Pegal Saat Mengemudi Jauh? Trik Peregangan Otot Leher & Postur Setir
Mengemudikan kendaraan dalam jarak jauh atau terjebak kemacetan parah sering kali memicu timbulnya sensasi pegal saat mengemudi di area leher, bahu, dan pinggang. Posisi duduk statis yang dipertahankan selama berjam-jam menyebabkan aliran sirkulasi darah tidak lancar serta memicu ketegangan pada otot trapezius. Rasa lelah fisik ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga menurunkan tingkat kewaspadaan dan refleks pengemudi di jalan raya. Selain mengistirahatkan tubuh secara berkala saat perjalanan, membiasakan diri mempraktikkan tips membangun rutinitas olahraga 15 menit harian di rumah sangat ampuh meningkatkan daya tahan fisik saat menyetir.
Pencegahan diawali dari penataan posisi kemudi dan sandaran kursi mobil yang memenuhi kaidah ergonomi berkendara. Atur jarak sandaran kursi agar punggung menempel sepenuhnya dan posisi siku tangan sedikit menunduk membentuk sudut 120 derajat saat memegang kemudi.
Posisikan letak headrest atau penyangga kepala agar bagian tengahnya sejajar dengan bagian belakang kepala Anda, bukan berada di leher bawah. Posisi penahan kepala yang tepat menopang beban kepala serta menyerap sentakan jika terjadi pengereman mendadak.
Saat berhenti sejenak di lampu merah, lakukan peregangan otot leher sederhana dengan menundukkan kepala ke arah dada secara perlahan selama sepuluh detik. Lanjutkan dengan menengokkan kepala ke sisi kanan dan kiri untuk melepaskan jepitan ketegangan di area pundak.
Genggam kemudi pada posisi jam sembilan dan jam tiga untuk mendistribusikan beban kerja otot bahu secara seimbang di kedua sisi tubuh. Hindari mengemudi dengan satu tangan karena memicu kemiringan posisi tulang belakang yang berisiko memicu kecetit.
Sempatkan untuk keluar dari kendaraan dan berjalan santai setiap dua jam perjalanan sekali di area peristirahatan terdekat. Mengembalikan kelancaran aliran darah dan kebugaran tubuh adalah kunci keselamatan utama selama perjalanan jauh.
