Mengawali pertandingan dihari pertamanya, Selasa (7/10), cabang olahraga panahan yang berlangsung di lapangan Bela Negara ditandai dengan nomor recurve. Untuk putra menurunkan 4 atlet atas nama Aditya Wahyu, Yoke Rizaldi, Eko darmawan dan Rivaldi Ananda. Mereka menyelesaikan babak penyisihan dari pagi hingga pukul 12.00 WIB. Sedang final berlangsung pada sore hari. Dari keempat atlet yang diturunkan tersebut skor sementara masih belum ada yang masuk 3 besar, namun nilainya berhimpitan. Kecuali pemimpin sementara dari Bojonegoro yang pengumpulan nilainya tertinggi.
Cabang olahraga panjat tebing masih menyumbangkan satu medali perunggu bagi kontingen Surabaya. Medali tersebut disumbangkan oleh Laila Diana Elsa di nomor speed putri. Pada pertandingan perdana yang berlangsung Selasa siang (6/10) di Lapangan Rampal tersebut, Laila harus mengakui keunggulan Nanda Dea Cahyaningtyas dari Lamongan di babak semifinal dengan selisih waktu 5.83 detik.
Catatan yang diperoleh Laila adalah 37.67 detik, sedangkan Nanda 31.84. Medali emas diraih oleh Nanda, sedangkan medali perak diraih oleh Fifi Anggraini dari Sidoarjo. Sayangnya prestasi Laila di kategori speed tidak diikuti oleh atlet putra Surabaya. Danes Devrian dan Ameru Syaifudin yang menjadi wakil Surabaya harus terhenti langkahnya di perempat final.
Menjadi juara ditengah kebosanan memang terasa lebih indah apalagi dibarengi dengan keberhasilan memecahkan rekor. Kemenangan ini pun dipersembahkannya buat kedua orangtua yangtak hentinya memberikan suport.
Elizabeth Kusumawati merupakan atlet renang junior Surabaya yang saat ini sedang naik daun. Ia Memiliki banyak prestasi di berbagai kejuaraan renang baik di level daerah maupun nasional. Pada tahun 2009 saja ada tiga gelar diraihnya di antaranya adalah Piala Walikota Surabaya, Kejuaraan Daerah dan Kejuaraan Nasional dan terakhir jawara dan sekaligus pemecah rekor Porprov II dinomor 100m Gaya Dada putri yang digelar 5-10 Oktober lalu.Namun gelar tersebut bukanlah yang pertama baginya sebab diawal 2008 dirinya juga sempat mencatatkan diri sebagi atlet terbaik di kejuaraan piala KONI. Bukan itu saja dalam kejuaraan antar pelajar tingkat daerah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Krapsi sekala Jatim Elizabeth juga yang terdepan. Dan itu juga dibuktikannya saat memperkuat Jatim pada Kejuaraan tingkat provinsi(Krapsi) yang digelar di ibukota Jakarta .Atas sederet prestasi manisnya itulah Pengkot PRSI Surabaya yang dibawah komando Juniarno Djoko Purwanto menunjuk dirinya sebagai bagian dari kekuatan kontingen kota Surabaya dalam Porprov II yang digelar di Kota Malang baru-baru ini. Dan kepercayaan itu ternyata dijawabnya dengan mempersembahkan satu medali emas dan satu perak.Gadis ayu kelahiran Surabaya, 11 Maret 1993 itu, merupakan satu dari deretan enam atlet renang Surabaya yang mampu mendulang emas porprov. Walau pun sebelum pelaksanaan target medali emas sudah terlebih dahulu hingga dipundaknya, namun putri Go Yoe Liong tidak terlihat terbebani bahkan sebaliknya terlihat riang dan gembira. Bahkan gadis berkulit putih ini justru menunjukkan nada opimistis mampu persembahkan medali di even yang bersekala daerah tersebut. ”Even ini kan levelnya Jawa Timur. Kalau melihat hasil Kejuaraan Daerah kemarin saya optimis mampu persembahkan satu emas,” ungkapnya polos saat ditemui disesi latihan menjelang Porprov.Di Tengah KebosananSenyum terus mengembang di bibir Elizabeth Kusumawati Margono begitu mendengar pengumuman yang dibacakan petugas renang di kolam renang Gajayana sesaat setelah dirinya dinyatakan finis terdepan saat turun di nomor 100m gaya Dada, yang juga sekaligus sebagai pemegang rekor baru atas namanya. Tak pelak lagi ratusan penonton dan rekan-rekan setimnya bertepuk memberikan aplaus sehingga terdengar mengggema di kolam renang indoor tersebut.Senyum dan tepuk tangan tersebut merupakan buah dari pencapaiannya di hari terakhir renang Porprov II, sebab berhasil membukukan catatan prestisius. Yakni, memecahkan rekor renag Porprov I/ 2007 di nomor 100 meter Gaya Dada putri dengan catatan 01:20:38 menit. Dia memecahkan rekor yang dibukukan Jeany SW (Kota Malang) pada Porprov I/ 2007 dengan torehan 01:22:48 menit. Hasil ini sungguh diluar dugaan, sebab dirinya sedang dilanda kejenuhan luar biasa di dunia renang. Pasalnya, olahraga itu sudah ditekuninya sejak masih berusia 5 tahun.. Dan kini dirinya telah berumur 16 tahun. Artinya 11 tahun sudah ia bergelut dengan olahraga akuatik tersebut.“Ketemunya, ya anak-anak itu lagi. Ketemunya ya air lagi. Karena itu, bosan sekali. Termasuk ketika berlatih jelang Porprov ini. Tapi, orang tua terus mensupport saya agar tidak bosa berlatih. Karena itu, gelar ini saya persembahkan ke orang tua,” ucap anak pasangan Go Yoe Liong dan Lia Natalia tersebut.Kedua orang tuanya memang memegang peranan penting dalam perjalanan karirnya. Dukungan serta “paksaan” yang dilakukan kedua orang tuanya membuat siswi SMAK Stella Maris Surabaya itu tetap bersedia menekuni renang.“Kadang kalau sudah malas banget latihan, Papa dan Mama sering maksa. Untungnya saya punya orang tua yang peduli. Selain itu, Papa kan selalu menunggui saya kalau latihan,” jelas jawara 100m Gaya dada Kejurda 2009 ini.“Kalau sudah capek banget karena seminggu latihan terus, ya Minggunya saya tidur. Kalau tidak ya jalan-jalan ke mall sama teman-teman,” ucap pengagum Michael Phelps tersebut. ****